AUDIT (Minggu ke 3)


Proses Audit Sistem Informasi
A.    Jenis Audit
1.   Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efectifitas sumberdaya digunakan untuk melaksanakan tugas, meliputi kesesuaian praktik&prosedur dengan peraturan.
2.    Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.
3. Project manajement and change control audit, dulu dikenal sebagai suatu pengembangan sistem audit)terkonsentrasi oleh efesiensi dan efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.
4.     Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal.
5.  Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.
6.    Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggung jawab.

B.    Resiko Audit
Risiko Audit atau Audit Risk (AR) adalah kemungkinan risiko salah saji yang bersifat material dan/atau penggelapan (fraud) yang bisa lolos dari proses audit jika auditor tidak melakukan tugasnya secara cermat
Ada 3 Jenis risiko dalam melakukan audit, yaitu :
1. Risiko inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian.
2.  Risiko pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan.
3. Risiko pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya.


C.    Audit Tata Kelola Teknologi Informasi
           1.     Pengertian Tata Kelola Teknologi Informasi
Tata kelola teknologi informasi adalah upaya menjamin pengelolaan teknologi informasi agar mendukung bahkan selaras dengan strategi bisnis suatu enterprise yang dilakukan oleh dewan direksi, manajemen eksekutif, dan juga oleh manajemen teknologi informasi.
2.     Kerangka Tata Kelola
Kerangka yang digunakan untuk mendukung tata kelola teknologi informasi, beberapa diantaranya:
·       ISO / IEC 38500 tata kelola perusahaan teknolog informasi dan komunikasi.
·       COBIT (Control Oijectives for Information and related Technologycobit adalah kerangka kerja untuk mengembangkan, melaksanakan, memantau dan meningkatkan teknologi (IT) tata kelola dan manajemen praktek informasi. Tujuan yang membantu manajemen dan tata kelola IT profesional mengelola operasi. cobit membantu organisasi untuk mendapatkan manfaat dari sistem informasi dan aset IT.
·       (Information Technology Infrastucture Library) sebuah kerangka pengelolaan pelayanan IT yang terbagi kedalam proses dan fungsi, kerangka kerja yang dirancang untuk standarisasi seleksi, perencanaan, pengiriman, dan dukungan layanan IT untuk bisnis. itil menggambarkan prosedur tugas yang tidak organisasi spesifik , yang digunakan oleh organisasi untuk menetapkan tingkat minimum kompetensi. hal ini memungkinkan organisasi untuk menetapkan data dasar dari yang dapat merencanakan, melaksanakan dan ukuran.

3.     Audit Tata Kelola Teknologi Informasi

Audit Tata kelola TI memiliki tujuan yang berbeda dengan tiga jenis audit berdasarkan UU No. 15 tahun 2004, karena audit ini bertujuan khusus untuk memeriksa pengelolaan seluruh sumber daya TI (termasuk di dalamnya manajemen organisasi dan pimpinan), apakah dapat mendukung dan sejalan dengan strategi bisnis. Metode yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan auditor pemerintah dalam mengevaluasi risiko yang terkait dengan Tata Kelola TI di instansi pemerintah.







Referensi :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW FILM IRON MAN

3 CONTOH SISTEM CERDAS

ANALISIS E-GOVERNMENT PADA PROVINSI SUMATERA BARAT, KOTA BUKIT TINGGI DAN KOTA PADANG