REVIEW JURNAL : IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA PADA MANUSIA BERBASIS PEMROGRAMAN CLIPS
IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA PADA MANUSIA BERBASIS PEMROGRAMAN CLIPS
1.
Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata
Pada Manusia
Oleh : Hamdani
Dari : Program Studi Ilmu Komputer
Universitas Mulawarman (Vol 5 No. 2 Juli 2010).
2.
Implementasi Dan Perancangan Sistem Pakar
Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia Berbasis Pemrograman Clips
Oleh : Nazrul
Effendy, Febry Wikatmono, M. Haekal Hasan, Nandan Suteresna
Dari
: Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta,
24 Mei 2008).
Abstrak
Mata merupakan panca
indra yang sangat
penting dalam kehidupan
manusia untuk melihat.
Jika mata mengalami gangguan atau
penyakit mata, maka akan berakibat sangat fatal bagi kehidupan manusia. Jadi
sudah mestinya mata merupakan anggota tubuh yang perlu kita dijaga dalam
kesehatan sehari-hari.
Dan seperti
yang kita ketahui bahwa penyakit mata itu bermacam-macam, penyakit mata bisa
berbahaya bila tidak segera didiagnosa dan diobati maka dapat menimbulkan
penyakit lainnya, bahkan bisa kebutaan pada mata. Namun penyakit mata dapat
didiagnosa melalui gejala-gejala yang timbul pada mata tersebut.
Sistem
pakar sebagai sistem yang mengadopsi kepakaran manusia ke dalam komputer dan
memiliki kedudukan strategis sebagai sistem yang dapat membantu menyelesaikan
permasalahan di bidang kedokteran. Sulitnya menentukan jenis penyakit karena
rumitnya berbagai gejala yang mengiringinya, dan dapat dibantu dengan merepresentasikan gejala
suatu penyakit ke dalam suatu bahasa pemrograman komputer database.
Sistem Pakar
Untuk Diagnosa Penyakit
Mata Pada Manusia
menggunakan bahasa pemrograman CLIPS, memiliki tujuan
untuk dapat menelusuri gejala penyakit mata, yang ditampilkan dalam bentuk
pertanyaan-pertanyaan, agar dapat lebih mudah dalam mendiagnosa jenis penyakit
dengan perangkat lunak
berbasis dekstop management system.
Perangkat lunak sistem
pakar dapat mengenali jenis penyakit
mata, setelah melakukan konsultasi
dengan menjawab beberapa
pertanyaan-pertanyaan yang
ditampilkan oleh aplikasi
sistem pakar, serta dapat menyimpulkan beberapa
jenis penyakit mata yang di derita oleh pasien. Sistem pakar pada penelitian kali ini
menggunakan bahasa pemograman CLIPS.
Kata
Kunci: sistem pakar, penyakit mata, CLIPS.
BAB I
PENDAHULUAN
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Jika mata mengalami gangguan atau
penyakit mata, maka akan berakibat
sangat fatal bagi
kehidupan manusia. Dan masih banyak masyarakat yang kurang perduli terhadap
kesehatan matanya, padahal mata adalah panca indra yang memiliki fungsi yang
sangat penting, yaitu untuk melihat.
Dalam ilmu penyakit mata,
mata dikatakan dalam keadaan darurat bila terdapat keadaan dimana mata akan
terancam kehilangan fungsi penglihatan atau akan terjadi kebutaan bila tidak
dilakukan tindakan ataupun pengobatan secepatnya. Terancamnya mata untuk
menjadi buta dapat diakibatkan oleh penyakit atau kelainan mata dan trauma
mata.
Perkembangan teknologi
yang sangat pesat, pada
bidang kedokteran saat
ini juga, telah menfaatkan
teknologi untuk membantu peningkatan pelayanan
yang lebih baik
kepada masyarakat luas. Clips
(C Language Integrated Production System) merupakan suatu aplikasi atau program
yang digunakan sebagai pengembangan sistem pakar pada penelitian ini.
Fakta dan aturan pada setiap jenis penyakit
ditanamkan pada program, agar dapat lebih mudah mengetahui jenis penyakit yang
sesuai dengan gejalanya, yang telah ditanamkan pada program tersebut. Pada
penelitian ini, dikembangkan suatu metode untuk mediagnosa 26 jenis penyakit
mata berdasarkan 53 jenis gejala, gambaran klinis yang mengiringi, serata
pengobatan yang sesuai dengan penyakit tersebut. Tujuan utama penelitian ini
adalah mengembangkan sistem pakar yang dapat mengimbangi keterbatasan dokter
ahli dalam pemeriksaaan dan diagnosis penyakit mata.
Sistem pakar dapat dibangun dengan
berbagai perangkat lunak seperti CLIPS, Prolog, LISP dan berbagai perangkat
lunak yang lain. CLIPS memiliki fasilitas yang lengkap untuk membangun suatu
sistem pakar karena memiliki berbagai fitur seperti editor yang terintegrasi
dan debugging tool (Giarratano).
1.2 Tujuan
Tujuan analisa ini adalah membuat suatu
perangkat lunak untuk dapat
mendiagnosa penyakit mata
pada manusia, menggunakan perangkat
lunak seperti CLIPS, Prolog, LISP. Dan sistem pakar yang dapat mengimbangi
keterbatasan dokter ahli dalam pemeriksaaan dan diagnosis penyakit mata, agar setiap
penderita penyakit mata
dapat dengan mudah dan cepat mengetahui jenis penyakit mata.
1.3 Batasan
Masalah
1.
Apakah sistem pakar yang dipakai dapat mendiagnosa
jenis penyakit mata pada manusia.
2.
Apakah sistem pakar ini berguna untuk
masyarakat, khususnya bagi yang memmpunyai penyakit mata.
3.
Menggunakan metode apa sistem pakar
tersebut.
4.
Bagaimana menggunakan sistem tersebut.
1.4 Manfaat
Penelitian
Dalam pembuatan perangkat
lunak diagnosa penyakit mata pada manusia menggunakan sistem pakat CLIPS dapat
memberikan manfaat :
a.
Membantu dokter lebih mudah dalam
mengambil keputusan, dan mendiagnosa penyakit mata.
BAB II
RINGKASAN JURNAL
Sistem pakar dari jurnal yang saya
analisa, yaitu sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit mata menggunakan
program CLIPS. CLIPS yaitu Bahasa pemograman
berbasis web. Penelitian diawali dengan pengumpulan fakta-fakta mengenai
penyakit dan gejalanya. Dan program pengambilan keputusan berdasarkan hasil
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada pasien malalui program CLIPS.
Berdasarkan pengumpulan tersebut, dirangkum penyakit dan gejala yang menyertai penyakit mata pada Tabel 1 dan
Tabel 2.
Tabel
2.1
Data Nama Penyakit Mata (www.medicastore.com)
Tabel
2.2
Data Gejala Mata (bersambung) (Illyas, 2001 & www.medicastore.com)
Tabel
2.3
Data Gejala Mata (sambungan) (Illyas, 2001 & www.medicastore.com)
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
Jurnal yang saya analisa bertujuan menghasilkan
sistem pakar yang dapat digunakan oleh user, untuk melakukan mendiagnosis penyakit
mata pada manusia yang mampu membuatu menelusuri gejala yang ditampilkan dalam
bentuk pertanyaan-pertanyaan, agar penderita dapat mendiagnosa jenis penyakit
dengan perangkat lunak
berbasis desktop.
Terdapat tiga
cara untuk merepresentasikan pengetahuan pada CLIPS yaitu (Giarratano).:
1.
Rules, dirancang untuk pengetahuan
heuristik yang berbasiskan pengalaman.
2.
Deffunction dan
generic function , dirancang
untuk pengetahuan prosedural.
3.
Object-oriented programming, juga
dirancang untuk pengetahuan prosedural yang mendukung :classes , message-handlers, abstraction ,
encapsulation , inheritance,
dan polymorphism . Aturan (rule ) dapat mencocokkan antara objek dan fakta.
Sebagai perangkat pengembangan sistem
pakar, CLIPS dilengkapi fitur yang lengkap mengenai elemen dasar sistem pakar,
meliputi (Giarratano).:
1. Fact - list, dan instance - list, memuat
berbagai data
2. Knowledge- base , memuat data base
aturan
3. inference engine, mengontrol semua eksekusi
aturan (kapan dan aturan mana yang harus di eksekusi)
Penulisan program pada CLIPS dapat
berupa serangkaian aturan ( rules), fakta ( facts ) dan objek (objects ). Namun
CLIPS mempunyai kemampuan merepresentasikan walaupun hanya berupa aturan dan
fakta.
Pada jurnal berjudul Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada
Manusia oleh Hamdani dari Program Studi Ilmu Komputer Universitas Mulawarman. Cara
kerja pada dua jurnal tersebut kurang lebih sama, menggunakan aplikasi berbasis
web dan dapat menghasilkan output berupa hasil dari pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan oleh pasien, dan kesimpulan penyakit mata dari gejala-gejala yang
dirasakan. Sistem hanya dapat
mengenali dan mendiagnosa jenis
penyakit mata yang
ada.
Dalam tabel kebenaran penyakit, sistem hanya
dapat mendiagnosa satu
pasien dalam melakukan konsultasi,
dan dapat mengulangi kembali
konsultasi atau pertanyaan dengan
login sistem kembali. Pada jurnal yang berjudul “Sistem Pakat Untuk
Diagnosa penyakit Mata pada Manusia” Cara kerja pada dua jurnal tersebut kurang
lebih sama, menggunakan aplikasi berbasis web dan dapat menghasilkan output
berupa hasil dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pasien, dan
kesimpulan penyakit mata dari gejala-gejala yang dirasakan. Sistem hanya
dapat mengenali dan mendiagnosa jenis
penyakit mata yang
ada. Perbedaan hanya terlihat dari tampilan webnya saja. Metode Dalam
mendiagnosis penyajit, serta cara pemakaian aplikasinya sama.
BAB IV
PEMBAHASAN
Pemecahan masalah (problem solving) pada
sistem pakar ini, menggunakan formulasi generate-test dan sistem penyimpulan,
dengan menggunakan metode forward chaining. Alur kerja dari program tersebut
dapat dilihat seperti pada suatu sistem hirarki. Formula generete-test dibagi
menjadi 2 bagian, yaitu generator dan tester. Generator dapat membangkitkan
pemecahan yang mungkin, dan tester akan memotong solusi dalam cabang hiraki
yang tidak memungkinkan menjadi solusi pemecahan. Hal ini daoat diseleksi
dengan hasil jawaban “Ya” dan “Tidak”
yang menjadi jawaban dari setiap pertanyaan.
Berikut ialah Program pengambilan
keputusan, berdarakan aturan-aturan dari setiap pertanyaan yang diajukan kepada
pasien.
Gambar
4.1
Penggalan program awal
Gambar 4.2 Penggalan Program
Pegumpulan Data
Saat data memenuhi ciri-ciri suatu
penyakit tertentu, maka program akan mengeluarkan hasil diagnose. Dari setiap
jawaban yang berbeda dan dari setiap pertanyaan, akan menghasilkan fakta yang
berbeda pula, dan pertanyaan yang dikeluarkan akan berbeda juga, karena
penerapan sistem generate-and-test, yaitu Generator dapat membangkitkan
pemecahan yang mungkin, dan tester akan memotong solusi dalam cabang hiraki
yang tidak memungkinkan menjadi solusi pemecahan. Hal ini daoat diseleksi
dengan hasil jawaban “Ya” dan “Tidak”
yang menjadi jawaban dari setiap pertanyaan.
Gambar
4.3
Penggalan kumpulan aturan algoritma
Tampilan anatarmuka komputer dan user
Setiap pasien dihadapkan pada pertanyaan yang mengharuskan untuk menjawab dengan menuliskan “y” atau “t”. Terlihat
seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar
4.4
Tampilan antarmuka komputer dan user
Tampilan
pada Gambar 4.4 memperlihatkan hasil diagnosa spesifik yang menunjukkan
ciri-ciri penyakit oftalmia neonatorium. Apabila pada salah satu pertanyaan tersebut
yang tidak benar atau ( t ) atau tidak, maka program tersebut tetap berjalan
dengan merujuk ke daftar penyakit lainnya yang telah diprogram. Keadaan seperti
ini terlihat pada Gambar 4.5.
Gambar
4.5 Diagnosa apabila ada program dengan jawaban
tidak ( t )
Dalam keadaan tertentu, program juga
dapat memberi respon bahwa gejala berada diluar data base komputer. Hal ini sangat tergantung pada tahap
pemeliharaan program selanjutnya. Penambahan dan update pada sistem menjadi
mutlak diperlukan untuk menghadapi dinamika penyakit dan gejala yang
mengiringinya. Gambar 4.6 menunjukkan kondisi tersebut.
Gambar
4.6
Diagnosa di luar data base komputer
BAB V
KESIMPULAN
Tujuan utama penelitian ini adalah
mengembangkan sistem pakar yang
dibuat dengan proses
penelusuran fordward chaining untuk mengenali jenis penyakit mata, dapat
digunakan dan membantu keterbatasan dokter ahli dalam pemeriksaaan dan
diagnosis penyakit mata. Program
pembuatan sistem pakar ini juga dapat digunakan oleh user yang bukan
ahlinya dalam mendiagnosa penyakit mata. Sistem pakar ini tidak dapat dijadikan
sebagai final decision, karena dalam
menentukan penyakit yang dialami pasien. Namun, hasil program ini akan berusaha
mengarahkan user untuk fokus terhadap penyakit yang dialami pasien berdasarkan
gejala yang ditimbulkan.
Cara
pemilihan urutan data
dengan mengelompokkan jenis
penyakit mata, sesuai dengan hasil
quisioner dengan beberapa dokter mata. Beberapa
gejala penyakit mata
dapat menyimpulkan jenis penyakit
mata sesuai persentase tertinggi. Semakin tinggi
nilai persentase dari hasil
penelusuran, maka
menunjukkan jenis penyakit
mata yang di derita oleh pasien penyakit mata.
Kekurangannya hanya saja, belum bisa
terdeteksi semua penyakit mata, dan masih belum menjadi final decision, dan
perlu pemeriksaan yang lebih lanjut lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Suyoto, Intelegensi Buatan: Teori dan Pemrograman,
Gava Media, Yogyakarta, 2004.
Mas bisa minta source codenya?
BalasHapusJika berkenan
Kirim ke email saya
Rahmadaniah79@gmail.com